Berita

Aksi Nyata Lingkungan dan Capacity Building SMAN 1 Sedayu di Pacitan

Jumat, 29 Mei 2026 / Berita

Sabtu, 23 Mei 2026 menjadi hari yang berbeda bagi keluarga besar SMA Negeri 1 Sedayu. Menyisihkan sejenak rutinitas ruang kelas, para guru, tenaga kependidikan, serta jajaran komite sekolah bertolak menuju Pacitan, Jawa Timur. Tujuannya? Bukan sekadar pelesir biasa, melainkan agenda Capacity Building untuk menyegarkan pikiran sekaligus meningkatkan kualitas diri.

Perjalanan kali ini memadukan dua nuansa epik: menyelami ruang sejarah di Museum dan Galeri SBY-Ani, lalu ditutup dengan aksi hijau penuh makna di bawah deburan ombak Pantai Telengria.

Menjemput Inspirasi di Museum SBY-Ani

Destinasi pertama langsung memantik semangat para peserta. Memasuki kawasan Museum dan Galeri SBY-Ani, rombongan SMAN 1 Sedayu diajak melakukan touring menyusuri setiap sudut galeri yang estetik.

Suasana semakin khidmat saat peserta memasuki Mini Theater. Di sana, rekam jejak perjuangan, dedikasi, dan dinamika kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono selama memimpin Indonesia diputar kembali. Menyaksikan perjalanan hidup seorang tokoh bangsa sukses memicu refleksi mendalam tentang arti sebuah konsistensi dan kerja keras.

Sesi Pembinaan: Menjawab Tantangan Mental dan Kebugaran Gen Z

Bukan capacity building namanya jika tidak ada amunisi ilmu baru. Sesi motivasi pertama diisi oleh Pengawas Pembina SMAN 1 Sedayu, Ririn Kuswarini, M.Pd. Beliau membedah realitas dunia pendidikan saat ini dengan poin-poin kritis yang sangat menampar realitas:

  • Darurat Kebugaran Remaja: Fakta mengejutkan menunjukkan bahwa 76.5% anak Indonesia memiliki kebugaran di bawah ambang batas alias kurang bergerak (mager). Efek domino dari minimnya aktivitas fisik ini ternyata sangat fatal: memicu penurunan kesehatan mental, peningkatan stres, depresi, hingga naiknya angka kenakalan remaja dan kasus bunuh diri.
  • Aksi Nyata P3LP & TP3KS: Ibu Ririn mengajak seluruh guru untuk lebih peka melalui Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologi (P3LP). Beliau juga menegaskan bahwa pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TP3KS) jangan hanya formalitas di atas kertas (SK) saja. Sekolah harus benar-benar diubah menjadi rumah yang aman dan membahagiakan bagi murid untuk merajut impian.
  • "Detoks" Teknologi untuk Guru: Di era digital, guru justru diingatkan untuk mulai membatasi ketergantungan pada gawai saat di sekolah. Saatnya meningkatkan kembali interaksi sosial yang hangat dengan rekan kerja dan menumbuhkan empati yang tulus kepada murid, alih-alih bersikap apatis.

Filosofi Botol Air Mineral: Terus Upgrade Potensi Diri

Meneruskan estafet motivasi, perwakilan Komite SMAN 1 Sedayu yang juga mantan pengawas pembina Kabupaten Bantul, Sumaryanta, M.Pd., memberikan sudut pandang yang segar mengenai esensi dari capacity building.

Beliau mengibaratkan kapasitas setiap individu layaknya sebuah botol air mineral.

"Setiap dari kita memiliki peran masing-masing di sekolah. Ibarat botol, kita harus mampu mengisi kapasitas diri kita hingga maksimal. Jika merasa belum penuh, jangan diam. Kita harus terus berjuang meng-upgrade diri, menambah pengetahuan, dan mengasah keterampilan demi kemajuan SMA Negeri 1 Sedayu." — Sumaryanta, M.Pd.

 

Lebih dari Sekadar Piknik: Jejak Hijau SMAN 1 Sedayu di Pantai Telengria

Puas menyerap ilmu dan motivasi, perjalanan berlanjut ke destinasi kedua, Pantai Telengria. Namun, di tempat ini para peserta tidak sekadar datang untuk berfoto, menikmati kuliner, atau mendengarkan deburan ombak.

Sebagai sekolah yang tengah mantap melangkah menuju Adiwiyata Mandiri, SMAN 1 Sedayu memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan komitmen nyata terhadap bumi. Bertepatan dengan peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, rombongan melakukan aksi sosial berupa penyerahan dan penanaman sejumlah pohon di kawasan wisata Pantai Telengria.

Prosesi penanaman pohon dilakukan secara simbolis oleh Pengawas Pembina Ririn Kuswarini, M.Pd., Wakil Ketua Komite Zarkasi Hisyam, serta Ketua Program Adiwiyata Khozin, S.Pd. dengan didampingi oleh bapak/ibu guru, tenaga kependidikan, serta pihak Pengelola Pantai Telengria.

Aksi hijau ini menjadi bukti konkret atas jargon yang selalu digaungkan sekolah: di mana pun SMAN 1 Sedayu berkegiatan, kampanye cinta lingkungan tidak boleh pernah padam! Menyumbang pohon di tempat wisata adalah cara unik mereka meninggalkan warisan kebaikan bagi alam.

Menuju SMAN 1 Sedayu yang Lebih Berkelas dan Lestari

Kegiatan capacity building ini bukan akhir, melainkan bahan bakar baru. Dengan semangat yang telah terisi penuh setelah belajar dari sejarah di museum, mendapat suntikan visi dari para pembina, serta meninggalkan jejak lestari di Pantai Telengria, SMAN 1 Sedayu siap melangkah lebih tangkas menghadapi perubahan.

Harapannya jelas yaitu membawa SMA Negeri 1 Sedayu semakin eksis, berkualitas, tangguh, berwawasan lingkungan, dan terus menjadi sekolah pilihan utama yang dicintai masyarakat.(ms.mar)

    Kirim Komentar

    Designed & Developed by Citraweb