SNBP dan SNBT adalah dua diantara jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN) lainnya (SPAN PTKIN, UM PTKIN, SPMB Prestasi, SPMB bersama, seleksi mandiri). Keunggulan SNBP dan SNBT adalah pendaftaran mendapat subsidi dari negara (SNBP gratis). Selain itu siswa yang lolos SNBP dan SNBT akan terhindar dari biaya IPI kuliah. Kuota KIP Kuliah banyak disediakan untuk siswa yang lolos SNBP maupun SNBT. Beasiswa kuliah lainnya juga banyak dialokasikan untuk siswa yang lolos SNBP dan SNBT.
SNBP adalah seleksi yang berbasis prestasi terdiri dari minimal 50 persen untuk nilai rata-rata rapor seluruh mata pelajaran dari semester 1 (kelas X) hingga semester 5 (kelas XII) *nilai rapor semester 5 punya bobot tertinggi. Sedangkan untuk pembobotan sisanya, maksimal 50 persen diambil dari komponen penggali minat dan bakat meliputi nilai mapel pendukung prodi kuliah atau karya portofolio atau prestasi lomba/kejuaraan.
![]() |
Mulai tahun 2025, akan diberlakukan TKA. TKA ini akan digunakan sebagai validator nilai rapor (salahsatunya untuk seleksi SNBP ini). Untuk dapat daftar SNBP, siswa harus masuk eligible (peringkat terbaik selama 5 semester). Mengingat SNBP berbasis nilai mapel pendukung prodi kuliah dan karya portofolio, sejak dini (kelas X) siswa diusahakan sudah mempunyai tujuan/membidik prodi kuliah (selain giat belajar/berprestasi di kejuaraan). Hal ini berguna mengingat saat naik kelas XI akan dilakukan penjurusan. siswa diharapkan memilih jurusan yang tepat (yang terdapat mapel pendukung prodi kuliah yg ingin dituju). Untuk siswa yang punya impian kuliah di prodi olahraga/seni diusahakan juga berlatih ketrampilan (misal musik, siswa mampu membaca not balok dan bermain alat musik, untuk seni rupa mampu membuat gambar bentuk/perspektif/teknik arsir/proporsi/komposisi). Karya portofolio ini sangat menentukan bagi yang ingin masuk prodi seni/olahraga. SNBP lebih direkomendasikan bagi siswa yang linier antara prodi tujuan dengan jurusan saat SMA.
SNBT adalah seleksi berdasarkan tes (berfokus pada kemampuan literasi, penalaran, dan pemecahan masalah). Dalam seleksi berdasarkan tes, tidak ada lagi tes mata pelajaran, tetapi hanya tes skolastik yang mengukur empat hal yaitu potensi kognitif (Penalaran Umum, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, Pemahaman Bacaan dan Menulis, Pengetahuan Kuantitatif), penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia, dan literasi dalam bahasa Inggris (penjelasan tentang subtest soal SNBT disini ). Soal pada seleksi ini akan menitikberatkan kemampuan penalaran peserta didik, bukan hafalan.
![]() |
Pada SNBT ini, literasi setiap siswa akan berperan penting. Selain berlatih soal, siswa diusahakan untuk senang membaca buku/artikel dan berfikir kritis, mengingat soal SNBT adalah jenis narasi/teks panjang/cerita. soal SNBT juga menguji siswa membaca tabel data, diagram, dan pengetahuan umum. SNBT ini sangat direkomendasikan bagi siswa yang ingin lintas prodi kuliah (tidak sesuai jurusan saat SMA). Penentuan siswa yang lolos melalui SNBT ini hanya mengacu pada nilai skor total (didukung nilai sub test yang selaras dengan prodi yang dituju). Nilai aman skor SNBT minimal 700 (semakin tinggi semakin baik) *Untuk siswa yang punya impian kuliah di prodi olahraga/seni tetap diusahakan juga berlatih ketrampilan guna karya portofolio (karya portofolio sangat menentukan)
INFO DETAIL (silakan klik)

