SMA Negeri 1 Sedayu Perkuat Literasi Antibiotik melalui Kolaborasi dengan Prodi S1 Farmasi Universitas Alma Ata
SMA Negeri 1 Sedayu kembali menunjukkan komitmennya sebagai sekolah yang aktif membangun lingkungan belajar yang sehat, kritis, dan adaptif terhadap isu-isu kesehatan masyarakat. Melalui kerja sama dengan Program Studi S1 ??Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata, SMA Negeri 1 Sedayu menyelenggarakan kegiatan literasi resistensi antibiotik berbasis sekolah pada Jumat, 22 Mei 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan 6 orang guru dan 50 murid SMA Negeri 1 Sedayu, perwakilan murid kelas X dan XI. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga sekolah mengenai penggunaan antibiotik yang tepat, bijak, dan bertanggung jawab. Para murid mendapatkan edukasi mengenai pengertian antibiotik, fungsi antibiotik, aturan penggunaan antibiotik, bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep dokter, serta risiko resistensi antibiotik apabila antibiotik digunakan secara tidak tepat.
Sambutan baik disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Sedayu, Suwarsono, S.Pd., M.A. terhadap berlangsungnya kegiatan ini. Meskipun, beliau tidak dapat hadir dikarenakan ada kegiatan kedinasan ke Jakarta. Kegiatan tetap berlangsung dengan dukungan jajaran perwakilan dari pihak sekolah. Kegiatan dibuka oleh Waka Kesiswaan Risdiyanta, S. Pd,, serta dihadiri oleh Waka Sarana dan Prasarana Khozin, S.Pd., Waka Kurikulum Deni Tinursani, S. Sos., M.Pd., Waka Humas, Martini, S.Pd., M. Hum, serta beberapa perwakilan guru.
Pihak sekolah menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini karena literasi obat merupakan bagian penting dari pembentukan karakter murid yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab. SMA Negeri 1 Sedayu memandang kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai langkah positif untuk memperkaya pengalaman belajar murid di luar pembelajaran kelas.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh apt. Ari Widhiarso, M. Farm., dosen Prodi S1 Farmasi Universitas Alma Ata. Program kegiatan ini diinisiasi dan diperkuat oleh Dr. apt. Daru Estiningsih, M. Sc., selaku Ketua Prodi S1 Farmasi Universitas Alma Ata, yang juga berperan sebagai narasumber dalam memberikan penguatan pentingnya literasi obat bagi generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. apt. Daru Estiningsih, M.Sc. menyampaikan bahwa pemahaman tentang penggunaan obat, khususnya antibiotik, perlu diketahui sejak usia sekolah. Menurutnya, murid dapat menjadi bagian penting dalam upaya menyebarkan informasi yang benar tentang penggunaan antibiotik di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Literasi obat perlu dibangun sejak dini agar generasi muda mampu menjadi pengguna obat yang cerdas. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya memahami apa itu antibiotik, tetapi juga mengerti mengapa antibiotik tidak boleh digunakan secara sembarangan dan harus digunakan sesuai petunjuk energi kesehatan,” ujar Dr. apt. Daru Estiningsih, M.Sc.
Selain itu, apt. Emelda, M. Farm., dosen Prodi S1 Farmasi Universitas Alma Ata, turut memberikan penguatan mengenai pentingnya penggunaan obat secara rasional. Materi literasi dan resistensi antibiotik juga disampaikan oleh apt. Mutiara Wayu Puspasari, S. Farm., alumni Prodi S1 Farmasi Universitas Alma Ata yang saat ini telah berprofesi sebagai apoteker. Keterlibatan alumni ini menjadi nilai penting karena murid dapat melihat langsung peran nyata lulusan farmasi dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Kegiatan ini juga didukung oleh Dr. Kana Safrina Rouzi, M.Si. dari Prodi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Alma Ata, yang berkolaborasi dalam penyampaian materi media edukasi yang menarik dan kekinian bersama apt. Nurul Kusumawardani, M. Farm., selaku Deputi Paten dan Kekayaan Intelektual LPPM Universitas Alma Ata. Keduanya mendukung kegiatan dalam aspek pengembangan media edukasi agar pesan tentang penggunaan antibiotik bijak dapat dikemas secara lebih komunikatif dan mudah dipahami murid.
Pelaksanaan kegiatan juga diperkuat oleh beberapa dosen Prodi S1 Farmasi Universitas Alma Ata yang bertugas sebagai fasilitator, yaitu apt. Eliza Dwinta, M. Pharm. Sci., apt. Rizal Fauzi, M. Clin. Pharm., apt. Sri Suprapti, M. Farm., dan apt. Tetie Herlina, M. Farm. Beberapa mahamurid Prodi S1 Farmasi dan mahamurid Prodi S1 PGSD Universitas Alma Ata juga turut membantu mendokumentasikan kegiatan.
Kegiatan berlangsung secara edukatif, interaktif, dan kolaboratif. Murid tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdiskusi, bertanya, serta memahami kasus-kasus penggunaan antibiotik dalam kehidupan sehari-hari. Guru SMA Negeri 1 Sedayu juga dilibatkan sebagai pendamping dalam proses pembelajaran dan penguatan literasi kesehatan di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 1 Sedayu menegaskan sebagai sekolah yang terbuka terhadap kolaborasi pendidikan, kesehatan, dan pengembangan karakter murid. Diharapkan kegiatan ini dapat melahirkan murid-murid SMA Negeri 1 Sedayu sebagai agen perubahan dalam penggunaan obat yang bijak, khususnya dalam mencegah resistensi antibiotik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.(edited by ms.mar)
Kirim Komentar