PUEBI
Pemakaian Huruf Kapital
Menurut PUEBI, penggunaan huruf kapital digunakan sebagai berikut.
1. Huruf pertama awal kalimat menggunakan huruf kapital.
Contoh: Mengapa kau datang ke kampung ini?
2. Huruf pertama unsur nama orang (termasuk juga yang mempunyai julukan) ditulis menggunakan huruf kapital.
Contoh : Yuta Watanabe
pengecualian :
> Nama orang yang dijadikan nama jenis atau satuan ukuran tidak ditulis menggunakan huruf kapital (misal : 12 watt)
> Huruf pertama kata yang memiliki makna 'anak dari', seperti binti, bin, boru, dan van atau huruf pertama kata tugas tidak ditulis menggunakan huruf kapital.
Contoh : Robin van Persie, Afika binti Slamet
3. Huruf pertama diawal kalimat yang ada di dalam petikan langsung ditulis menggunakan huruf kapital.
contoh: Ratih bertanya," Kamu jadi berangkat ke Pangandaran?"
4. Huruf pertama nama Tuhan (termasuk sebutan kata ganti Tuhan), agama, dan kitab suci, ditulis menggunakan huruf kapital.
Contoh : Islam, Alkitab
5. Huruf pertama unsur nama gelar keturunan/bangsawan, gelar kehormatan, gelar keagamaan, atau gelar akademikyang diikuti nama orang, termasuk nama gelar akademik yang ditulis setelah nama orang harus ditulis menggunakan huruf kapital.
Contoh: Sultan Hamid, Raden Sanjaya, Doktor Elsa.
6. Huruf pertama/awal unsur nama gelar keagamaan, gelar keturunan, gelar kehormatan, dan nama profesi, serta nama jabatan dan kepangkatan yang digunakan sebagai sapaan ditulis menggunakan huruf kapital.
contoh:
> Terima kasih, Raja.
> Semoga lekas sembuh, Nyai.
7. Huruf pertama unsur nama pangkat dan jabatan yang diikuti nama orang atau yang digunakan untuk menuliskan pengganti nama orang tertentu, nama tempat, atau nama lembaga ditulis menggunakan huruf kapital.
Contoh:
> Laksamana Malahayati
> Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
8. Huruf pertama nama bahasa, bangsa, dan suku bangsa ditulis menggunakan huruf kapital.
Contoh:
> bahasa Jerman
> suku Tengger
Pengecualian
huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa yang digunakan sebagai bentuk dasar kata turunan tidak ditulis menggunakan huruf kapital. (misal: Kearab-araban).
9. Huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar atau hari raya ditulis menggunakan huruf kapital.
contoh:
> hari Senin
> hari Rabu
10. Huruf pertama unsur nama peristiwa sejarah ditulis menggunakan huruf kapital.
contoh :
> Konferensi Meja Bundar
> Perang Diponegoro
11. Huruf pertama nama tempat atau nama geografi ditulis menggunakan huruf kapital.
contoh:
> Jalan Wates
> Sungai Progo
Pengecualian:
* Huruf pertama nama tempat atau nama geografi yang bukan nama diri (tidak diikuti dengan nama diri) tidak ditulis menggunakan huruf kapital (contoh: besok kita akan tamasya ke gunung).
* Huruf pertama nama tempat atau nama diri geografi yang dijadikan nama jenis (buah atau makanan, dan sebagainya) tidak ditulis menggunakan huruf kapital (misalnya: kacang bogor, jeruk bali).
Catatan:
Untuk membedakan nama jenis atau bukan, dapat dilihat dengan cara membandingkan dengan nama jenis lain yang sama kategorinya, contoh: satai kelinci, satai madura.
12. Huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur bentuk ulang sempurna) dalam nama lembaga, badan, organisasi, negara, atau dokumen, kecuali kata tugas (di, ke, dari, yang, untuk) ditulis menggunakan huruf kapital.
contoh:
> Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
> Peraturan Presiden Nomor 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
13. Huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang atau reduplikasi sempurna) di dalam judul artikel, judul buku, dan judul makalah serta nama surat kabar dan majalah, kecuali kata tugas (ke, di, dari, yang, untuk) yang tidak terletak pada posisi awal ditulis menggunakan huruf kapital.
contoh:
> Kritik sastra itu dimuat dalam majalah Horizon
> Dia mempresentasikan artikel " Penegakan Hak Asasi Manusia".
14. Huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, atau sapaan ditulis menggunakan huruf kapital.
contoh:
> S.Pd
> Ny.
> Prof.
15. Huruf pertama kata petunjuk hubungan kekerabatan (contoh: kakak, bapak, ibu, tante) serta kata atau ungkapan lain yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan (termasuk kata Anda) ditulis menggunakan kata kapital.
contoh:
> Lamaran Saudara telah kami baca.
> " Apakah Ibu ada?" tanya Wati.
> "Hey, Pemuja Drakor, sudah nonton film ini belum?"
Diapdatasi dengan perubahan dari : Tim Pengembang Pedoman Bahasa Indonesia. 2016. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Badan Pengembagan dan Pembinaan Bahasa.
* Buku soal-soal Tes Potensi Skolastik silakan dapat diakses (dipinjam) di Perpustakaan Loka Ghana SMA Negeri 1 Sedayu